sampai Ayah dan Ibu ingin, kelak bila Allah mengamanahkan kepada kami seorang putri, maka dia akan berakhlaq seperti akhlaqnya Fatimah putri Rasulullah, dan bila Allah mengamanahkan seorang putra, maka dia akan seperti Ali.takala aku mulai belajar sholat, dan usai sholat aku lantunkan do’a untuk orang tua,walau dengan bacaan yang masih belum sempurna,seketika aku melihat ibu bercucur air mata ibu melihat karena aku telah mampu melafalkan do’a itu.dan Ibu bilang Timbul harapan dihati yang paling dalam, kelak hingga ketika Ibu dan Ayah tiada,kamu tetap melantunkan do’a itu, karena do’amu akan memberikan kepada Ibu dan Ayah pahala yang tak henti-hentinya di yaumil-akhir. Kaulah asset masa depan bagi Ibu dan Ayah.kamu akan mampu menolong ibu dan ayah di yaumil-akhir nanti, bila kamu menjadi anak yang sholihah.
aku tertunduk dan terdiam sudah ibu berbicara begitu,adit minta maaf kalau suatu saat adit di panggil duluan sama yang di atas,mungkin adit belum bisa bahagiin ibu sama ayah,
Bila Ibu dan Ayah tidak mau melayanimu untuk hal-hal yang sudah dapat ku lakukan sendiri, itu bukan berarti mereka tidak menyayangiku, tapi justru sebaliknya. Karena Ibu dan Ayah sayang sekali padaku,
Ayah melarang ibu supaya aku tidak boleh
terlalu dimanjakan, hingga saat akuu dewasa nanti, aku jadi anak yang mandiri dan serba bisa.
itu harapan Ibu dan Ayah kepadaku, sangat banyak dan sangat ideal. Oleh karenanya, mereka senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan dari Allah Yang Esa, yang Berkuasa dan Maha Agung, agar tidak salah langkah dalam mendidik aku.
ibu berdoa : Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lilmuttaqiina imaaman.
Ibu Ayah,adit selalu berdoa berdoa :
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya
Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

